Thu. Sep 29th, 2022

Letusan gunung berapi bawah laut di dekat pulau Tonga di Samudra Pasifik mengakibatkan gelombang tsunami ke beberapa negara, pada Sabtu (15/1). Negara di sekitar Samudra Pasifik mengaktifkan rencana darurat dari Jepang ke California karena gelombang menutup pantai dan membanjiri marina. Dikutip dari , para ahli mengatakan, gunung berapi Tonga mampu menghasilkan ledakan yang sangat besar kira kira setiap seribu tahun.

Gunung berapi Hunga Tonga Hunga Ha'apai, yang telah meletus beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, merupakan bagian dari Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Cincin api juga disebut sebagai Sabuk Circum Pasifik, yang merupakan jalur di sepanjang Samudra Pasifik. Cincin Api Pasifik memanjang dalam bentuk tapal kuda dari ujung selatan Amerika Selatan, di sepanjang pantai barat Amerika Utara, melintasi Selat Bering, turun melalui Jepang dan ke Selandia Baru.

Di sinilah Lempeng Pasifik bertemu banyak lempeng tektonik di sekitarnya dan dikategorikan sebagai zona paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia. Menurut , kawasan cincin api ditandai dengan gunung api aktif dan gempa bumi yang sering terjadi. Panjang cincin api kurang lebih 40 ribu kilometer (24.900 mil).

Cincin api berada di sepanjang batas batas antara beberapa lempeng tektonik, termasuk Pasifik, Juan de Fuca, Cocos, India Australia, Nazca, Amerika Utara, dan Lempeng Filipina. Tujuh puluh lima persen (lebih dari 450 gunung berapi) gunung api di Bumi terletak di sepanjang Cincin Api. Sembilan puluh persen gempa bumi terjadi di sepanjang jalurnya.

Banyaknya gunung api dan gempa bumi di sepanjang Ring of Fire disebabkan oleh banyaknya pergerakan lempeng tektonik di daerah tersebut. Sebagian besar Cincin Api terletak di atas lempeng yang tumpang tindih pada batas konvergen, yang disebut zona subduksi. Maknanya, lempeng yang berada di bawahnya didorong ke bawah, atau ditundukkan, oleh lempeng di atasnya.

Saat batuan disubduksi, lempeng tersebut meleleh dan menjadi magma. Kelimpahan magma yang begitu dekat dengan permukaan bumi menimbulkan kondisi yang matang untuk aktivitas vulkanik. Pengecualian yang signifikan adalah perbatasan antara Lempeng Pasifik dan Amerika Utara.

Bentangan Cincin Api ini merupakan batas transformasi, yaitu ketika lempeng lempeng bergerak menyamping satu sama lain. Jenis batas ini dapat mengakibatkan sebagian besar gempa bumi ketika terjadi ketegangan di kerak bumi, tepatnya di lempeng yang menumpuk dan dilepaskan. Di antara letusan Ring of Fire yang paling terkenal di abad ke 20 adalah letusan Gunung Pinatubo tahun 1991 di Filipina.

Gunung Pinatubo mampu mengirimkan abu halus dan gas tinggi ke stratosfer, membentuk awan vulkanik besar yang melayang ke seluruh dunia. Selain itu, contoh lainnya adalah meletusnya Gunung Tambora di Indonesia pada tahun 1815 dan menjadi letusan gunung berapi terbesar dalam catatan sejarah. Ada kurang lebih 1.350 gunung api yang berpotensi aktif di seluruh dunia.

Gunung Api tersebut termasuk 161 gunung berapi yang berpotensi aktif di Amerika Serikat dan wilayahnya. Letusan baru baru ini termasuk gunung berapi di La Palma, yang terletak di Kepulauan Canary Spanyol serta Hunga Tong Hunga Ha'apai di Tonga yang memicu gelombang tsunami. La Palma mengirimkan aliran lava cair merah menuruni bukit menuju desa desa dan asap tebal yang gelap ke langit pada bulan September 2021.

Letusan tersebut memaksa lima ribu penduduk mengungsi. Menurut , lempeng yang berada di sepanjang cincin api terus meluncur, bertabrakan, atau bergerak di atas atau di bawah satu sama lain. Pergerakan ini menghasilkan palung laut dalam, letusan gunung berapi, dan episentrum gempa di sepanjang batas pertemuan lempeng, yang disebut garis patahan.

Cincin Api juga merupakan rumah bagi palung laut terdalam, yang disebut Palung Mariana. Palung Mariana terletak di sebelah timur Guam, dengan kedalaman 7 mil. Palung ini terbentuk ketika satu lempeng tektonik didorong ke bawah oleh lempeng yang lain.

Aktivitas tektonik di sepanjang Cincin Api juga mengakibatkan sekitar 90 persen gempa bumi dunia, termasuk Gempa Valdivia di Chili pada tahun 1960, gempa terkuat yang tercatat pada 9,5 dari 10 skala Richter.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.