Thu. Sep 29th, 2022

Raudi Akmal, putra Bupati Kabupaten Sleman masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sleman usai terpelanting dari punggung sapi. Peristiwa itu sendiri terjadi saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman itu mengikuti kirab budaya Merti Desa di Bangunkerto, pada Minggu (7/11/2021) kemarin. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan kondisi anak bungsunya itu saat ini sudah membaik setelah mengalami sejumlah luka sehingga harus dirawat di Rumah sakit.

"Luka di tangan kiri retak retak, dan bibirnya karena ditendang sapi dijahit tiga. Alhamdulillah di scan baik semua, hanya ada pembengkakan. Kalau pembengkakan selesai, (Raudi sudah) bisa pulang," kata dia, Senin (8/11/2021).

Kustini menyebut, kejadian terjatuh dari punggung sapi sebagai hal yang biasa terjadi pada siapapun. Berdasar informasi yang didapat, menurutnya sapi tersebut kaget saat diajak kirab dan mengamuk. Raudi yang berada di punggung sapi akhirnya terpelanting jatuh. Raudi sendiri, kata Kustini, sebenarnya sudah berulang kali mengikuti kirab budaya.

Anak bungsunya itu dinilai sosok yang paling bersemangat dalam kegiatan pelestarian (nguri uri) kebudayaan. Hal itu sudah terlihat saat Raudi masih kecil. Ketika Sri Purnomo, bapaknya, awal menjabat Bupati, menurutnya Raudi sudah senang ikut dalam kegiatan kebudayaan.

"Biasanya naiknya kuda tapi saya nggak tahu, kenapa (kemarin) naiknya sapi," kata dia. Kustini menilai, Raudi adalah sosok yang berjiwa pemimpin sehingga jatuh merupakan hal yang biasa. Menurut dia, saat ini kondisi anaknya sudah mulai membaik. Ia meminta doa dan dukungan dari masyarakat di Bumi Sembada untuk kesembuhan anak bungsunya tersebut.

"Saya mohon doa dan dukungan. Semoga segera sembuh dan bisa berakifitas lagi," harap dia. Diketahui, peristiwa jatuhnya Raudi dari atas punggung sapi itu terjadi saat kegiatan Merti Desa di Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman. Kejadian tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, awalnya ada dua ekor sapi yang berperawakan cukup besar tampil di kegiatan Merti Desa.

Dua sapi itu dinaiki oleh dua orang dengan pakaian tradisional. Satu di antaranya adalah RaudiAkmal. Awalnya, semua berjalan biasa. Namun setibanya di depan gapura Balai Kalurahan Bangunkerto, salah satu sapi tiba tiba meronta, mengamuk sehingga menyebabkan Raudi yang duduk di punggung sapi terpelanting dan jatuh.(*)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.